Sabtu, 21 Mei 2022

Skenario Film- Sahabat Untuk Elin

Judul: Sahabat Untuk Elin
Tema : Persahabatan
Tokoh : Elin
              Tono
              Atik
              Olin
               Vira
               Ni
Durasi: Singkat
Sinopsis:

Scene 1

Ruang kelas masih sepi, Atik sudah masuk ruangan. Dia sedang berbincang-bincang dengan Tono dan Atik.

Atik : Akhir-akhir ini kulihat Elin sering datang terlambat

Tono : Iya, ada apa ya? Biasanya dia terkenal paling disiplin. Kita belum datang saja dia sudah di kelas. Ini sejak dua hari yang lalu dia terlambat terus?

Atik : Entahlah, Elin jadi aneh belakangan ini. Dia lebih suka menyendiri. Kita seharusnya sebagai sahabat yang baik mengetahui apa yang diderita Salita saat ini.

Vira : (Mendekati Rono & Atik ) Iya, betul itu. Tidak beriman seseorang sebelum mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.

Tono : Baiklah, nanti kita tanyakan saja ke Salita tentang masalah apa yang dia hadapi hingga sering terlambat sekolah

Vira : Jangan, lebih baik kita cari tahu sendiri.

Atik : Caranya ?

Vira : Kebetulan kemaren sore aku lihat Salita baru keluar dari rumah Ni. Itulah, teman kita yang sok kaya dan kecentilan itu?

Tono : Hah, yang bener?

Atik : Wah, kita harus bertindak cepat. Aku merasa ada hal yang aneh dengan mereka. Pantas saja Salita semakin akrab dengan Olin. 

 Naskah Drama 1 Babak

Scene 2

Elin membereskan kamar Olin yang berserakan. Dia punguti sampah dan kertas bekas bungkus makanan di kamar Olin kemudian Olin masuk bersama Ni.

Olin : Eh, ada pembantu baru di rumah ini!

Ni: hahahaha, kerja ya Bu? Kasihan amat…

Elin : (Diam , memunguti sampah di kamar Olin)

Olin : (mendekat) Hei, kau tuli? Disapa malah diam! Jarang-jarang kita sapa pembokat seperti kamu. (menarik kerudung Elin) Hai, kamu! Kalau ada orang yang ajak bicara ya tatap dong? Daim saja. Bisu apa?

Ni : kita buka saja jilbabnya si Elin itu. Kita gunduli rambutnya. Bagaimana, Olin?

Elin : Ampun, jangan lakukan itu. Jangan..

Olin : Ampun? Hahaha.. sepertinya ide kamu bagus juga Ni. Kamu pegagangi dia.

Ni : ( mendekat dan memgangi tangan Salita)

Elin : Tolong, jangan lakukan itu. Tolong.. Rambut itu mahkota wanita, Allah tidak menyukai wanita yang mempunyai rambut pendek. Aku tidak mau itu. Jadi tolong, jangan lakukan..

Olin : Sudah, diam! Kamu mau dibayar berapa untuk rambut gundul nanti? Uang bagiku tak masalah.

Elin : (meronta) Tidak! Aku tidak butuh uang.

Olin : Huuuh, sudah miskin saja sombong

Elin: Tolong, jangan lakukan itu padaku

Olin : Kamu pegangi yang kuat. Aku ambil gunting dulu

Ni : siip..

Elin : ( berusaha melepaskan diri dari pegangan Ni namun tak mampu)

Olin : (mendatangi Elin, emnggunting rambut Elin )

Hahaha, rasakan kamu Elin.

Elin: Tolong, jangan lakukan ini (Menangis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pantun

Bunga  mekar ditaman berseri,  harum semerbak amat memikat.  Berbuat baiklah sepenuh hati,  karena itu yang dibawa didunia akhir...