Tema : Persahabatan
Tokoh : Elin
Tono
Atik
Olin
Vira
Ni
Durasi: Singkat
Sinopsis:
Scene 1
Ruang kelas masih sepi, Atik sudah masuk ruangan. Dia sedang berbincang-bincang dengan Tono dan Atik.
Atik : Akhir-akhir ini kulihat Elin sering datang terlambat
Tono : Iya, ada apa ya? Biasanya dia terkenal paling disiplin. Kita belum datang saja dia sudah di kelas. Ini sejak dua hari yang lalu dia terlambat terus?
Atik : Entahlah, Elin jadi aneh belakangan ini. Dia lebih suka menyendiri. Kita seharusnya sebagai sahabat yang baik mengetahui apa yang diderita Salita saat ini.
Vira : (Mendekati Rono & Atik ) Iya, betul itu. Tidak beriman seseorang sebelum mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.
Tono : Baiklah, nanti kita tanyakan saja ke Salita tentang masalah apa yang dia hadapi hingga sering terlambat sekolah
Vira : Jangan, lebih baik kita cari tahu sendiri.
Atik : Caranya ?
Vira : Kebetulan kemaren sore aku lihat Salita baru keluar dari rumah Ni. Itulah, teman kita yang sok kaya dan kecentilan itu?
Tono : Hah, yang bener?
Atik : Wah, kita harus bertindak cepat. Aku merasa ada hal yang aneh dengan mereka. Pantas saja Salita semakin akrab dengan Olin.
Naskah Drama 1 Babak
Scene 2
Elin membereskan kamar Olin yang berserakan. Dia punguti sampah dan kertas bekas bungkus makanan di kamar Olin kemudian Olin masuk bersama Ni.
Olin : Eh, ada pembantu baru di rumah ini!
Ni: hahahaha, kerja ya Bu? Kasihan amat…
Elin : (Diam , memunguti sampah di kamar Olin)
Olin : (mendekat) Hei, kau tuli? Disapa malah diam! Jarang-jarang kita sapa pembokat seperti kamu. (menarik kerudung Elin) Hai, kamu! Kalau ada orang yang ajak bicara ya tatap dong? Daim saja. Bisu apa?
Ni : kita buka saja jilbabnya si Elin itu. Kita gunduli rambutnya. Bagaimana, Olin?
Elin : Ampun, jangan lakukan itu. Jangan..
Olin : Ampun? Hahaha.. sepertinya ide kamu bagus juga Ni. Kamu pegagangi dia.
Ni : ( mendekat dan memgangi tangan Salita)
Elin : Tolong, jangan lakukan itu. Tolong.. Rambut itu mahkota wanita, Allah tidak menyukai wanita yang mempunyai rambut pendek. Aku tidak mau itu. Jadi tolong, jangan lakukan..
Olin : Sudah, diam! Kamu mau dibayar berapa untuk rambut gundul nanti? Uang bagiku tak masalah.
Elin : (meronta) Tidak! Aku tidak butuh uang.
Olin : Huuuh, sudah miskin saja sombong
Elin: Tolong, jangan lakukan itu padaku
Olin : Kamu pegangi yang kuat. Aku ambil gunting dulu
Ni : siip..
Elin : ( berusaha melepaskan diri dari pegangan Ni namun tak mampu)
Olin : (mendatangi Elin, emnggunting rambut Elin )
Hahaha, rasakan kamu Elin.
Elin: Tolong, jangan lakukan ini (Menangis)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar