Tema : Persahabatan dan Sosial
Pemain : 4 orang (Elin, Atik, Olin dan Ni)
Penokohan : Elin (Peduli dengan kebersihan)
Atik (Peduli dengan kesehatan)
Olin (Jorok)
Ni (pemalas)
Sinopsis:
Elin dan Atik adalah sahabatnya Olin dan . Berbeda dengan Elin dan Atik, Olin dan Ni adalah sosok remaja yang malas dengan bersih-bersih. Kos Olin dan Ni selalu terlihat kotor dan jorok setiap harinya. Menyadari kondisi tersebut, maka Elin dan Atik berusaha untuk manasehati Olin dan Ni. Meskipun sempat tidak di hiraukan, akhirnya Olin dan sadar diri dan mau melaksanakan apa yang disarankan oleh Elin dan Atik.
Naskah:
Elin : Aku perhatikan rumah kamu kotor sekali, Lin?
Olin : Iya, lalu kenapa kalau kosmu kotor? kamu seperti perhatian sekali dengan kondisi Kosku?
Elin : Bukannya begitu, aku hanya ingin mengingatkan kamu kalau menjaga kebersihan itu sangat penting.
Atik ikut menyambung obrolan mereka berdua.
Atik : Iya, benar sekali apa yang dikatakan Elin itu. Apalagi kebersihan didalam kos, tentu sangat penting.
Olin pun membandingkan kebersihan kosnya dengan kosnya Ni.
Yana : kosnya ni juga kotor, kenapa kalian tidak menegur Ni.
Ni : Kenapa aku diikut-ikutkan?
Olin : kos kamu kan juga tidak pernah disapu.
Elin menanyakan kebenaran omongan si Olin.
Elin : Apa benar, Lin? apa yang dikatakan Ni itu?
Atik menjawab pertanyaan Elin terhadap Ni.
Atik : Iya, aku perhatikan Ni memang kurang peduli dengan kebersihan juga.
Ni mencoba mengalihkan perhatian.
Ni : Sudahlah, kenapa kita jadi membahas soal ini, lebih baik kita bahas yang lain saja.
Elin : Aku sama Ilma kan mencoba mengingatkan kalian supaya kalian itu lebih pedul dengan kebersihan. Kan kesehatan itu berawal dari kebersihan, apa kamu mau sakit karena kamu malas bersih-bersih?
Atik : Iya, apa kamu mau nanti jatuh sakit?
Ni mencoba berargumen.
Ni : Kenapa malah jadi sakit yang dibahas? kesehatan itu kan dari makanan, bukan dari kebersihan rumah kita.
Atik : bukan hanya dari makanan, tetapi kebersihan disekitar juga akan ikut menyumbang terhadap kesehatan kita.
Elin : Benar sekali apa yang dikatakan Atik itu. Kalian harus lebih care terhadap kebersihan, atau kos kalian akan dipenuhi sumber penyakit.
Olin terdiam saja mendengarkan teman-temannya saling memberi masukan. Kemudian Elin menegurnya.
Elin : Kamu kenapa malah diam saja, Olin?
Olin : Terus aku mau ngomong apa lagi?
Elin : Ya kamu mestinya mendengarkan kalau kami ini sedang menasehati kamu sama Ni.
Elin dan Atik kemudian pamitan dengan Olin dan Ni karena ada urusan.
Elin : Aku tinggal dulu ya, soalnya sebentar lagi akau mau ngikut kakaku main ke kos temannya kakaku.
Atik : Sama, aku juga pamitan dulu, aku juga mau ada urusan.
Saat hanya berduaan, Olin dan Ni pun merenungkan apa yang disampaikan kedua temannya tadi kepada mereka berdua. Olin lantas menanyakan sesuatu kepada Ni.
Olin : Menurut kamu, apa kita memang harus selalu menjaga kebersihan? apa kita harus benar-benar peduli terhadap kebersihan.
Ni menjawab dari nalurinya.
Ni : Sebenarnya apa yang dikatakan Atik dan Elin itu memang benar. Kebersihan itu sebenarnya memang sangat penting.
Olin : Lalu kenapa kos kamu tidak pernah terlihat bersih?
Ni : Itu dia masalahnya, aku itu malas.
Ni : Tapi kalau itu demi kebaikan kita sendiri, kenapa kita harus malas?
Olin : Iya, memang benar apa yang kamu bilang. Itu untuk kebaikan diri kita sendiri, jadi seharusnya kita tidak malas untuk menjaga kebersihan.
Olin : Lalu?
Ni : Okay, mulai sekarang aku akan bersikap lebih peduli terhadap kebersihan. Aku akan rajin-rajin membersihkan kosku supaya tidak ada penyakit yang nempel di kosku.
Olin : Iya, aku juga akan melakukan hal yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar