Selasa, 29 Maret 2022

Cerpen- Antara Sahabat Dan Ego

Antara Sahabat Dan Ego

       Pagi itu tampak seperti hari-hari biasanya dengan langit biru cerah yang menutupi kampus ini. Hari itu aku ada kelas yang harus aku ikuti. Ketika aku berjalan menuju ruangan, suara yang sudah tak asing lagi bagiku menghampiri telingaku, "Hei bro gimana kabar hari ini?”.Dia adalah Erni sahabat baikku karena kami telah berteman sejak SMA. Erni adalah orang yang sangat suka dalam bergaul dan sangat ramah oleh karena itu dia memiliki teman yang sangat banyak dikampus, berbeda denganku yang sedikit cuek dan dingin. Baik bro!” jawabku sambil merangkul pundaknya. Kami berduapun berlalu menuju kelas kami yang akan segera dimulai 15 menit lagi. Sesampainya di ruangan kami berdua berpisah.
Aku mengambil tempat duduk yang paling belakang. Sedangkan Erni memilih bangku yang paling depan, tak heran karena dia adalah anak yang pintar dan disenangi oleh setiap dosen.
        “Hey ni, bagaimana tugas kelompok kita?” Elin yang merupakan teman sekelas ku menghampiri Erni dan menayainya. “Aku belum menyelesaikannya, bagaimana jika kita selesaikan hari ini?” jawb  Erni
Baiklah kalau begitu kita selesaikan di kostku selepas ruangan ini” Elin menimpali.Setelah kelas usai, kami semua meninggalkan ruangan dengan wajah yang gembira. Termasuk aku yang sedari tadi ingin segera keluar dan menuju kantin. Ketika aku ingin pergi ke kantin, Erni dan Elin menahanku. “Eitt, mau kemana? ingat tugas kelompok kita gak?” kata Elin. “Tugas lagi tugas lagi kalian berdua kan bisa menyelesaikannya,” jawabku sedikit kesal.
    Mendengar jawabanku, Erni merasa kesal dia pun sedikit membentakku, “Kau harus lebih bertanggung jawab sedikit akan tugasmu, jangan seperti ini!" ”Aku tidak peduli!” Erni semakin marah kepadaku, mungkin ini adalah kemarahannya yang terbesar semenjak kami berteman. “Kau sendiri kan bisa menyelesaikannnya, kau kan si pintar sedangkan aku si bodoh!” “Kenapa kau berbicara seperti itu? ada apa denganmu? kau seperti bukan teman yang aku kenal!” jawab Erni dengan nada tinggi. “Baiklah kalau begitu, anggap saja aku bukan orang yang kau kenal!” kami berdebat cukup lama. Elin yang sejak tadi terdiam pun mulai berbicara karena suasana semakin memanas. “Kalian berdua hentikan, Jangan berbicara seperti itu. 
        Kalian berdua kan sahabat sejati” Elin melerai dan menasehati kami. Aku yang sudah tidak peduli dengan itu semua pergi meninggalkan mereka berdua dengan emosi yang masih membara. Saat aku naik tangga pergi ke ruangan GUB 207 tiba-tiba kaki ku keseleo. 
Ketika itu juga aku melihat Erni dan Elin di sampingku. “Apa kau baik-baik saja?” Tanya Erni
“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Erni. “Iya aku baik!” jawabku dengan penuh sesal. Aku pun meminta maaf kepada Erni dan Elin atas tingkahku hari ini dan berjanji akan lebih bertanggung jawab atas kewajibanku. Untung saja Erni mau memaafkanku dan kami berdua kembali berteman. 

Selasa, 22 Maret 2022

Puisi- Bully

Bully

Apalah guna berkata kasar
Apalah guna memaki
Mempermainkan, mencanci, mempermalukan dan untuk apa itu semua?

Ataukah hanya mencari sensasi
Ataukah mencari perhatian
Ataukah mencari kemenangan

Kau jadikan semua itu hiburan
Pertunjukan 
Seolah-olah itu hal yang menarik bagimu

Tidakkah ada rasa pedulimu
Ataukah semua hanya api yang berkobar
Dan engkau bahagia diatas penderitaan orang
Sungguh hatimu sangatlah manusiawi yang tak punya hati

Senin, 21 Maret 2022

Puisi-Jangan Pernah Mudah Untuk Menyerah

Jangan Pernah Mudah Untuk Menyerah

Dimalam yang sepi ini
Manahan setiap langkah kakiku
Engkau terpana dengan larutnya nyawa

Jangan pernah menyerah
Kau jangan pernah merasa sendiri
Karena kasih Tuhan selalu ada
Hati ini masih bagian dari jiwamu

Tak peduli seberapa jauh melangkah
Akanku kembali dengan kenangan
Yakinlah bersama ku tuk temani derita ini
Meski harapan itu sangat kecil

Bahkan tak lagi ada dalam logika
Ku tetap berjalan
Walapun berapa kali ku jatuh
Tapi ku tetap bangkit dan berani untuk melangkah

Tak peduli seberapa aku kehilangan banyak waktu
Mulailah melangkah dari awal
Bangkitlah dan terus awali hidup barumu

Jangan sampai langkah kita dihenti oleh banyak ujian
Tetaplah melangkah
Sampai dimana titik tujuan terakhir

Menuju simpangan
Menuju cahaya terang
Di penghujung harapan
Pasti ada keindahan

Minggu, 20 Maret 2022

Puisi- Musim Hujan

    Musim Hujan

Disini hujan kasih
Berbalut selimut menghangat tubuh
Dingin terasa sampai ketanah
Merintis mencari celah

Hujan kali ini berbeda
Seperti hatimu yang telah berubah
Sepi mencekam bosan
Betindak kantuk menggaburkan mata

Aku masih disini
Masih menjadi beku yang hangat
Terasa sesak tak kala tertatap
Mungkin dingin  menjadi pelelang

Atap dan daun besar jadi saksi
Bahwa terang membujuk hijau
Terlalu basah meninggal subur

Rabu, 16 Maret 2022

Puisi-Senyuman





Senyuman

Senja telah pergi
 Sisakan bayangan 
Perlahan kian memendar
Berganti hitam pekat

Malam mulai berjamu
Ditemani sinar rembulan
Senyumanmu kian tak pernah pudar
Terintas seraut bayang

Wajah teduh rupawan
Tersirat cantikmu puan
Pemilik separuh hati
Jiwa ku tak mati


Senin, 14 Maret 2022

Puisi- Luka

Luka

Angin menghempas didadaku
Didalam kesunyian yang mati
Tertegun aku dalam arti
Kesendirian yang tak pernah berhenti

Jika
Aku memilikimu
Aku yang akan memberikan bahuku 
Untuk kau bersandar  disaat merintih

Jika saja
Engkau didekatku
Akanku dengarkan ceritamu
Dan membuatmu tetap tersenyum

Dan jika 
Engkau menjadi milikku
Aku akan selalu menjaga hatimu
Sampai nadi dalam tubuhku berhenti berdetak

Minggu, 13 Maret 2022

Puisi- Perjuangan Hidupku


Perjuangan Hidupku

Terik matahari menyentuh Kalbuku
Tak terasa angin menambah rasaku
Hanya terasa peluh didalam jiwa

Kucoba melangkah kesana kemari
Tapi tak juga yang kudapat
Ku langkahkan kembali kakiku
Tetapi masih tak kutemukan suatu hal

Saat ku berhenti  tuk berjejak
Ku berharap dan pasrah
Akankah aku diberikan peluang
Agar hidup tetap tenteram

Tuhan
Perjuangan ini sangat menyiksa batinku
Perjuangan ini sangat sulit
Aku ingin seperti mereka yang hidup tenang

Kaki ini sungguh tak kuat melangkah
Inginku coba agar tetap melangkah dan tetap kuat
Hati ini tak sanggup untuk merasakan betapa pahitnya hidup yang kujalani

Hidupku
Penuh dengan ujian
Hidupku penuh dengan tantangan
Tapi aku tak pernah menyerah untuk berjuang

Dan aku akan tetap berjuang
Demi masa depanku
Tak peduli apa kata orang
Aku akan membuktikan bahwa aku bisa



Sabtu, 12 Maret 2022

PUISI- Bersyukur Kepada Tuhan

Bersyukur Kepada Tuhan

Tuhan 
Engkaulah yang menciotakan dunia
Engkaulah yang meciptakan siang malam
Engkau juga yang mengatur kehidupan

Tuhan
Dimalam yang sepi ini
Engkau tetap menemaniku
Dimana pun dan kapan pun saya berada

Tuhan 
Aku sungguh berterima kasih kepada-Mu
Atas penyertaan-Mu
Sehingga aku bisa bernafas sampai sekarang

Tuhan 
Aku akanku jalani semua perintah-Mu
Aku akan beribadah sepanjang waktu
Untuk berterima kasih kepada-Mu

Jumat, 11 Maret 2022

PUISI-Rasa


Rasa

Kau tiba hadir dalam kehidupanku
Mengisi kekosongan hatiku
Tanpa cinta ini
Aku tidak mengenal yang namanya cinta

Saat ini
Hanya kau dalam pikiranku
Mengingat senyum manismu
Membuat aku jatuh hati Padamu

Bagaimana caramu mengisi hatiku
Engkau sungguh membuatku mengerti dengan kata cinta
Rasa hatiku jadi tak menentu

Untukmu
Kau sangat berarti bagi ku sekarang
Lihat diriku rising
Yang berjuang untuk diriku





Senin, 07 Maret 2022

PUISI-Akhir Tahun

Akhir Tahun

Usiaku semakin tua
Sedangkan dunia terasa hampa
Kecewa dengan keadaan ini
Selalu dipenjarai oleh  wabah Covid-19

Hari demi hari
Yang telah dilalui
Seakan  semuanya tak kunjung Usai
Akankah wabah ini akan selesai

Tetapi
Semuanya akan menunggu jawaban
Apakah masa ini akan mengakhiri cerita
Kuharap Semua derita ini ikut usai olehnya


PUISI- Rindu Kopi Seduhan Ibu

Rindu Kopi Seduhan Ibu

Kopi
Secangkir Kopi
Seduhan Ibu di pagi hari
Pahit-manis

Kopi
Wangi kopi yang mulai menghitam
Menemanku dipagi hari
Melahirkan sejuta senyum

Kopi 
Aku rindu ingin pulang
Menikmati kopi Seduhan Ibu
Duduk sambil berkisah

Kopi
Yang cintai banyak orang
 Rasa yang tak pernah dusta
Kau jamu hasil pengorbanan



Minggu, 06 Maret 2022

Puisi- Hidup Penuh Dengan Lika Liku

Hidup Penuh Dengan Lika Liku

Hidup 
Kadang selalu berpikir
Untuk apa aku hidup
Penuh dengan cobaan

Hidup 
Kadang hidup itu juga sangat misteri
Hari demi hari dilalui
Banyak cobaan yang datang

Tetesan keringat yang mengalir
Jerih payah yang mengharukan
Begitu sulit jalan kulalui
Begitu berat yang kulalui

Hidup
Setiap malam berdoa 
Kepada sang kuasa
Kelak Tuhan memberikan kemudahan

Tuhan 
Aku sungguh lelah
Aku tak tahu sampai kapan
Jalan yang ku tempuh




Sabtu, 05 Maret 2022

Puisi- Untuk Ayah

Untuk Ayah

Ayah
Engkau adalah pemimpin
Pemimpin dalam keluarga
Kaulah pelita bagi hidup kami

Ayah 
Engkau berkelana puluhan tahun
Untul bekerja 
Demi menafkahi keluargamu

Ayah
Engkau memberikan kami kehidupan
Engkau berjuang demi menghidupi keluargamu
Engkau tidak pernah kecewa 

Ayah
Setiap hari kau membanting tulang
Tidak peduli dengan teriknya panas matahari
Engkau begitu kuat dalam menghadapi segala rintangan

Ayah
Jasamu bagi kelurga sangatlah besar
Engkau tidak pernah Letih
Engkau begitu sangatlah hebat

Ayah
Anakmu rindu
Rindu pelukkanmu
Rindu dengan kebersamaan kita

Ayah
Setiap malam
Namamu kulantunkan dalam doa








PUISI-Mencintai Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam

Nana 
Paras wajahmu
Membuat ku jatuh hati
Mencintaimu dalam keheningan

Nana
Kata itu yang selalu ku ucap
Sejak lama perasaan ini di pendam
Hati ini hampa

Nana
Memandanmu dalam kejauhan 
Kerinduan ini selalu ingin bertemu
Entah kapan kita bertemu

Nana
Namamu selalu kuingat
 Riuh hati ini
Mencintaimu dalam keheningan

Nana 
Mencintaimu adalah sabar
Asmara ini telah di simpan di dalam cabar hati
Riuh hati ini

Nana
Hati ini membekam
Sungguh jeri hati ini
Sampai kapan rasa ini membekuk

Nana
Tetes rindu yang dititipkan dalam doa
Kelak Tuhan akan memberikan jawaban
Semoga rasa ini dan hatimu bisa sejawat

Kamis, 03 Maret 2022

PUISI- Semakin Dewasa

                     Semakin  Dewasa

 Hari demi hari
Waktu demi waktu 
Dan tahun demi tahun
Waktu yang telah mengantarkamu

Gelap akan selalu ada terang
Masa yang kelam akan menjadi kenangan
Untuk masa lalumu tetaplah dikenang dimasa depan
Tetaplah berdiri dan tetaplah Kejarlah mimpimu

Rasa letih dan rasa sukacita akan selalu menghampiri
Umur pun boleh tua
Tapi Jiwa Kita selalu tetap sukma

Perjalanan kita selalu diiringi dengan doa
Tetaplah melangkah demi melangkah
Sampai hati dan jiwa kita  bersahabat sampai tua nanti




Puisi- Pagiku Yang Cerah

                  Pagiku Yang Cerah

cerahnya pagiku

 Dengar suara burung berkicau

di tengah pagi yang berkilau

ku mulai dengan senyum yang terlampau

kulihat setitik mimpi yang berkilau

seakan lentera yang menyala

seakan sebuah semangat yang tiada hentinya

ku raih pagi yang amat cerah menyala

dengan semangat tiada hentinya

ku dengar suara riah gembira

canda,tawa kita bersama

menjalani pagi yang amat cerah

ini bukan la espetasi melainkan sebuah realita

Pantun

Bunga  mekar ditaman berseri,  harum semerbak amat memikat.  Berbuat baiklah sepenuh hati,  karena itu yang dibawa didunia akhir...