Antara Hujan Dan Rindu
Kala rintihmu membasahkan setiap lagkahku
Tapi engkau tidak peduli
Kau sertakan semerbak Angin menemani Kejatuhanmu
Sehingga penyihir menjadikanmu puisi
Hujan kapankah engkau berhenti
Engkau menyirami tanah-tanah yang kering
Seluruh kota Mengamukmu
Engkau membuat ku gelisah sepanjang hari
Hujan engkau membuatku Rindu pada seorang
Dalam keheningan Rindu yang tak tertahankan
Kuadukan kepada sang pencipta
Karena Ia telah menjadi rindu yang menyenangkan
Hujan kepada siapa aku memeluk
Jiwa ini membutuhkan kehangatan
Hujan tidakkah engkau kasihan padaku
Hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar