Minggu, 20 Februari 2022

PUISI

             Antara Hujan Dan Rindu

 Kala rintihmu membasahkan setiap lagkahku
Tapi engkau tidak peduli
Kau sertakan semerbak Angin menemani Kejatuhanmu
Sehingga penyihir menjadikanmu puisi

Hujan kapankah engkau berhenti
Engkau menyirami tanah-tanah yang kering
Seluruh kota Mengamukmu 
Engkau membuat ku gelisah sepanjang hari

Hujan engkau membuatku Rindu pada seorang
Dalam keheningan Rindu yang tak tertahankan
Kuadukan kepada sang pencipta
Karena Ia telah menjadi rindu yang menyenangkan

Hujan kepada siapa aku memeluk
Jiwa ini membutuhkan kehangatan
Hujan tidakkah engkau kasihan padaku
Hujan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pantun

Bunga  mekar ditaman berseri,  harum semerbak amat memikat.  Berbuat baiklah sepenuh hati,  karena itu yang dibawa didunia akhir...