Terdiam Sejenak dalam renungan
Kala bayang parasmu datang menyapa
Waktu pun berputar kebelakang
Membuka kenangan memori kecilku
Tetesan dan keringat air mata
Berjuang melawan maut
Demi kehadiran sang buah hati
Menghidu tangisan pertamaku
Kebahagian yang tak ternilai bagiku
Saat ku mulai berjalan
Kau begitu dengan setia menjagaku
Saat ku mulai berbicara
Engkau begitu sabar mengenalku pada kata-kata
Sampai aku dewasa sekarang
Kasih itu tetap selalu ada
Tidak pernah pudar dan takkan pernah tergores
Tidak ada komentar:
Posting Komentar