Namaku Yovitani Seli ,saya biasa di panggil Ni dikalangan teman temanku. Aku
mempunyai empat bersaudara. Namanya Yeni, Lani, tomas, dan Encik. Kakak pertama dan
kakak kedua saya sudah bersuami dan sudah mempunyai perkerjaan masing-masing. Aku
terlahir di keluarga yang berkecukupan, Sejak kecil Ku bercita cita ingin menjadi seorang
pengusaha yang sukses. Aku tinggal di desa yang kecil sebuah desa yang ramai, yaitu desa
Ndi’eng Kolang. Ku ceritakan kisahku dulu mengenai tentang cerita cita-citaku.
Hari ini aku mendapatkan pertanyaan yang mengejutkan dari temanku begini pertanyaannya, “rohmat, menurutmu cita-cita itu bagaimana?” Aku terdiam sejenak lalu menjawab, “Cita-cita itu bagai pensil, jika kita ingin meraihnya maka kita harus berusaha dan bekerja keras seperti halnya meraut pensil agar menjadi runcing. Namun jika kita tidak
bersungguh-sungguh maka kesempatan kita semakin kecil bahkan pupus seperti pensil yang semakin hari semakin pendeK bahkan hilang.” Tapi yang jadi pertanyaan apakah aku bisa menggapai cita-citaku itu!!
Dipagi hari yang cerah aku membuka pintu jendela rumahku, aku melihat beberapa
burung yang sedang berkicau, aku pun termenung dengan dan berpikir bagaimana nasibnyadimasa depan nanti “apakah aku nantinya bisa menjadi orang yang sukses” tanyaku dalam hati,dan aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku dengan kerja kerasku sendiri. Tiba-tiba ibuku memangg kenapa nak...? iya Bu..! kenapa kamu termenung Nak, ada apa..,tidak ada apaapa Bu, kalau begitu kamu bisa bantu Ibu.Setelah membantu Ibunya aku termenung kembali untuk kedua kalinya “Pokoknya aku harus menjadi orang yang sukses”katanku dalam hati.
Matahari mulai terbit, jam sudah menunjukkan pukul 07:00 wib.saya mulai
menyandangkan tas dan memakai sepatu dengan terburu-buru untuk pergi kesekolah dan aku pamit kepada kedua orang tuaku sambil mencium tangan Ibu dan Bapakku. Dalam perjalanan ia bertemu dengan temanku,lalu ia bertanya kepada temanku Sampai disekolah saya merasa ada yang kurang karena tiada sahabatnya yang datang. Bel masuk pun telah dibunyikan,semua
siswa berbaris dilapangan untuk mendengarkan informasi yang disampaikan oleh guru pada setiap paginya.Setelah berbaris , sayamasuk kekelasku.Didalam kelas tiba-tiba temanku memanggil “rohmats...mat!siap pr
matematika? Ooo Pr matematika,kalau aku sudah siap “Kalau kamu “kalo aku....sih belum siap.”mat bolehkah aku pinjam buku
matematikamu”Tanya andy.Boleh sih, tapi....? ada syaratnya “apaan tu!!”.Syaratnya mudah
kok kamu harus menjawab pertanyaanku ,yang pertanyaan nya “apakah kamu memiliki citacita”,ya aku memiliki cita-cita ingin menjadi pengusaha , Kenapa kamu ingin menjadi
pengusaha!! ”Tanya saya,yak arena aku ingin ,mendirikan sebuah usaha yang sukses dan bisa terkenal seluruh indonesia “.,.Terlalau asyiknya berbicara ,guru pun masuk kedalam kelas,masing-masing siswa kembali kebangkunya.
Belajar mengajar pun dimulai, asyik-asyiknya belajar,bel pun berbunyi kini saatnya jam istirahat.Pada saat istirahat aku membawa teman-temannku untuk pergi ke kantin dengan bersama-sama.Sampainya dikantin saya merasa kehilangan uang ,lalau ia berkata kepada temannya “ndy uangku hilang” lalu bagaimana kata ndy. “Begini saja sebaiknya kamu pakai saja uang ku untuk jajan” kata andy “terimakasih ndy kamu telah menolongku, nanti kalau aku ada uang akan ku ganti uang mu”kataku.Nggak usah mat aku ikhlas kok menolongmu. “Terimakasih ya...! Si”katku.Bel masuk telah berbunyi,aku dan teman-temannya masuk ke kelas untuk melanjutkan pelajaran selanjutnya. Waktu pun telah berlalu,saat nya waktu pulang
sekolah. aku tidak lupa akan tugas piketku,pada saat membersihkan kelas ia melihat seekor burung kecil yang berusaha untuk bisa terbang walau pun ia masih kecil , seperti itulah hidupku yang ingin meraih cita-citaku agar aku menjadi orang yang suksestanyanya dalam hati.
Waktu pulang sekolah ia teringat sesuatu dipikiranya yaitu, setelah pulang nanti ia harus
menolong Ibuku dalam pekerjaan rumah, karena membantu Ibu itu adalah tugasnya seharihari. Tiba dirumah Ia meletakkan sepatu dan tasnya pada tempatnya. “Demi ingin
terwujudnyaa cita-citaku dan kebahagiaan kedua orang tuaku. Kini saat nya aku menunjukkan kemampuannku dalam belajar. Dengan kata-kata yang dilontarkan Ibuku tadi aku menjadisemangat untuk melakukan apa yang dikatakan Ibuku. Cita-citaku ingin menjadi seorang pengusaha yang sukses dan bisa membahagiakan kedua orang tua saya., demi cita-citanya ia pun aku menggalami banyak perubahan dan menjadi aktif dalam belajar.
Tahun 2020 bulan Maret, akhirnya kami lulus walaupun lulus angkatan corona. Setelah
lulus SMA akhirnya kami berpisah dengan teman-teman. Setelah beberapa bulan libur pun telah usai, saya waktu itu masih bimbang apakah saya lanjut kuliah atau pergi kerja di Bali karena ekonomi waktu itu makin sulit dan corona pun waktu itu belum selesai jadi orang tua saya tidak mendapatkan pengahasilan yang banyak. Tetapi orang tua saya masih mampu membiayai saya untuk masuk kuliah. Ibu “nak inga apa yang sudah ibu katakana kamu harus mengejar cita-citamu, kamu harus menjadi yang suskes.” Aku “ tapi bu bagaimana dengan uang kuliahnnya kitakan tidak punya banyak uang untuk masuk kuliah apalagi sekarang coronanya belum selesai bagaimana bis akita mendapatkang yang banyak.” Ayah “kamu tenang saja nak kita akan usahakan supaya kamu bisa masuk kuliah dan harus jadi orang yang sukses.”
Tahun 2020 bulan 9, Akhirnya saya bisa daftar kuliah melalui online dan memilih
jurusan Pendidikan Bahasa Dan sastra Indonesia. Beberapa hari kemudian kuliah pun sudah mulai walaupun kuliahnya secara daring tetapi saya bersyukur bisa masuk di Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng. Waktu itu saya belum mengenal teman lebih banyak tetapi kami berusaha mengenal satu sama lain melalui group WA. Waktu semester 1 saya tinggal dengan kk saya karena kuliahnya secara daring untuk sementara saya tinggal dengan mereka
Setelah beberapa bulan kemudian akhirnya kuliah Kembali secara offline. Waktu itu saya pergi kekampus naik ojek. Karena saya cape setiap hari pergi kekampus naik ojek dan akhirnya saya memilih untuk tinggal di kos setiap hari naik ojek uang semakin habis. Dan kakak saya pun menyetuji untuk tinggal di kos suapaya saya juga bisa hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Setelah beberapa minggu kemudian saya tinggal di kos hidup mandiri, masak sendiri, setiap pagi bangun jam 05.00 dan saya mempunyai banyak teman dan kadang-kadang mereka juga datang kekos untuk mengerjakan tugas dan selesai kerja tugas kami pun curhat bahkan sampe sore. Keesokan harinya kami pun pergi kekampus dan tetap mematuhi protokol Kesehatan selalu memakai masker dan mencuci tangan. Sesampainya di kampus akhirnya saya mengenal teman yang lebih banyak. Dalam hati saya berkata indahnya mengenal teman yang banyak, dan mereka sangat ramah. Setlah beberapa menit dosen pun sudang datang kami pun memulai kuliah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar